Kamis, 29 Juni 2017

Kamukah suami hebat itu? Jawablah setelah membaca ini!

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf lahir dan Bathin


Okey, setelah entah kapan saya rehat cukup lama dari mengisi blog ini, dan entah kenapa sampai akhirnya saya menuliskan postingan ini, selama itu juga saya tidak ada sedikitpun hasrat untuk kembali kesini. Rasanya, blog jadi terlampau tua untuk saya sentuh kembali. meskpun harus saya akui, beberapa hal bisa selesai setelah saya menulis disini. 

Dan apa sih yang sebenarnya membuat saya ingin kembali menulis disini? tentu saja karna kegelisahan. Saya gelisah beberapa pekan ini. Masalalu yang buruk kembali datang dan mengendap-endap menjumpai saya. Miris, sedih, kasihan, dan terutama marah, saat saya menyadari semua hal buruk yang menimpa saya sepuluh tahun lalu tidak juga berubah dan membaik. 

Jadi ada apa? 

Semua berawal dari sebuah rumah tangga. Hubungan suami dan istri yang seharusnya begitu indah, membahagiakan, dengan segudang impian manis dan harapan yang menggebu. Pernikahan adalah gerbang dimana segala bentuk jalinan baru dimulai. Tidak hanya tentang sepasang kekasih yang lantas dihalalkan hukum dan agama, tapi juga tentang kekerabatan dua keluarga dijadikan satu. Mungkin karna itulah, lantas beragam masalah juga ikut muncul dibelakang. 

Siapa sih yang gak ingin keluarganya rukun, tenteram, dan aman sejahtera. Dalam setiap doa di altar resepsi, Sakinah Mawaddah, Warohmah. Meskipun pada kenyataannya, menggabungkan 2 pribadi yang berbeda latar belakang didikan orang tua jelas akan jadi hal yang luar biasa rumit dan sensitif. 

Istri yang sejak kecil selalu di didik untuk menjadi perempuan mandiri, bisa melakukan semuanya sendiri harus berhadapan dengan suami yang telah terdidik sebagai raja agung yang segala sesuatunya harus dilayani. Bisa bayangkan bagaimana kasus ini berkembang kan? Dan bisa reka-reka adegannya? 

Suami yang meminta disiapkan makan dan minum pada istri yang terbiasa melakukan semuanya sendiri. Istri akan menganggap suaminya manja dan malas, sedang suami akan menganggap istri bukan perempuan yang bisa melayani dan melakukan tugasnya dengan baik. Ah, padahal itu cuma masalah kebiasaan saja kan? 

Nah, ini dia maksud saya. Kebiasaan adalah proses yang membentuk karakteristik seseorang di masa depannya. Inilah yang harus kita perhatikan dalam mendidik anak-anak, bagaimana sistem dan konsep didikan bisa sangat mempengaruhi attitude seseorang, dan tentu saja akan menciptakan masa depannya juga. 

Jadi masalahnya apa? 

Beberapa hari sebelum lebaran, saya di tegur keras oleh seseorang yang menuduh saya ikut campur dalam urusan keluarganya. Penyebabnya adalah menurutnya saya telah mengirim bukti otentik pada istrinya perihal kelakuan buruknya di media sosial. Saya kaget, sekaligus sedih. Saya mengenalnya dengan baik, sebab kami berdua saling mengenal sejak kecil. Dan saya sedih, karena di kondisi usia dan proses hidupnya yang sekarang, ternyata dia tidak juga berubah. 

Tapi yang ingin saya bahas disini bukan tentang bukti terkirim tersebut, saya lebih ingin membahas tentang karakternya, sikap dan sifatnya yang seperti nyaris tidak memiliki aturan sama sekali. which is, di balik semua itu dia adalah seorang ahli hukum yang mengaku bergelar sarjana. Makin kentara kan maksud keprihatinan saya? 

Saya tidak akan menyebut siapa orang tersebut, tidak dengan inisial atau namanya. Kenapa tidak saya lakukan? terang saja karena saya memiliki aturan dan attitude. Hidup bukan saja tentang perasaan dan rasio, hidup juga tentang hubungan baik dengan orang lain. 

Gini deh misalnya, saya kenal dengan Ahmad dan Budi, mengenal dengan baik keduanya. Saat Ahmad mencurangi Budi dan saya mengetahuinya, apakah baik bila saya diam saja? Sementara Budi telah berlaku sebagaimana layaknya seorang teman pada Ahmad. Jadi salahkah saya bila akhirnya saya memberitau kecurangan tersebut? Apakah saya salah dalam hal ini? 

Lalu saat Ahmad memarahi saya dengan segala sumpah serapahnya, itu menunjukkan apa? Dia telah dengan telak menghinakan dirinya sendiri, karna secara tidak sadar akhirnya mengakui mengenai kecurangannya sendiri. Dan bagaimana seharusnya saya bersikap? 

Kembali ke karakter, Jika Ahmad memiliki karakter yang baik pertama tentu saja dia tidak akan pernah berbuat curang. Kedua, jika dia terlanjur berbuat curang maka karakter baiknya akan membawanya untuk mengakui dan meminta maaf akan kesalahannya itu. Gampang? Kelihatannya iya, tapi tidak pada nyatanya. 

Lalu apa sih hubungannya dengan pernikahan seperti prolog postingan saya diatas? Yukk kita breakdown lagi, 

Pernikahan itu membutuhkan komitmen, baik dari perempuan maupun lelaki. Konsistensi dan konsekuensi yang jadi temannya, kejujuran dan kesabaran jadi tamengnya. 

Kenapa saya berani ngomong begini? Apa rumah tangga saya sudah sempurna? Tentu saja belum. Tapi saya pernah mengami kegagalan dan kepahitan yang dalam, itu yang membuat saya tau, bagaimana harus menjalani rumah tangga di kesempatan yang kedua ini. 

Ayah dari anak saya pernah mengatakan, bahwa rumah tangga yang saat ini kami bangun adalah istana. Kami adalah raja dan ratunya, karna itu dia tidak ingin melihat saya melakukan pekerjaan ART ( Asisten Rumah Tangga, a.k.a pembantu ). Baginya, posisi saya sebagai seorang istri tentu saja demikian vital dalam hidup berkeluarga. Istri adalah jantungnya rumah, untuk itulah dia begitu telaten memenuhi tugasnya sebagai suami. 

Dalam tulisan ini akhirnya saya menyadari satu hal, bahwa seorang lelaki tidak hanya di butuhkan rasio untuk berlaku benar dan bijaksana, tapi juga diperlukan kejelian dan kematangan hidup. Tidak selamanya kita benar, dan andaipun kita benar, tidak selamanya orang diseberang kita salah. 

Seorang Istri, bukan manusia yang kau beli dengan mahar untuk bisa dijadikan budakmu semata. Dia adalah perhiasan, maka perlakukan dia lebih mulia dibanding smartphone, motor, atau bahkan benda kesayanganmu lainnya. Istri adalah perempuan yang mendidik anak-anakmu, dimana kelak mereka yang anak menopang kehidupanmu nanti dimasa tua. Di tangan istrimu, kehidupan dan segala urusan duniamu akan lancar. Maka berterimakasihlah, wahai kau yang merasa telah sempurna sebagai suami. Engkau, tak lain dan tak bukan hanyalah seorang lelaki biasa jika tanpa istri hebat di sampingmu. 

Seorang suami, bukanlah manusia yang dengan pongah dan angkuh berhasil membawa perempuan dari orang tuanya untuk dijadikan koki dan tukang pel dirumahmu. KAu juga bukanlah pemberi rizki, sebab jangan lupa, Tuhan telah menitipkan Ridhonya pada suami atas doa Istrinya. jangan pernah lupa, Rezki yang kau hasilkan dari pekerjaanmu diluar, tak lain adalah sebab istrimu telah dengan rela susah drumah mengurus semua keperluanmu tanpa pernah cerewet padamu. 

Postingan ini, hanya berlaku untuk lelaki-lelaki yang masih belum menyadari rendahnya kualitas mereka sebagai suami jika masih terus saja menghinakan istrinya dnegan kelakukan curangnya. Postingan ini tidak berlaku bagi suami-suami yang telah dengan santun menghormati istrinya dan menjadikan mahkota keluarganya lewat budi pekertinya yang baik pada pasangannya. Postingan ini, terutama tidak berlaku untuk suami saya, yang telah dengan luar biasa mendidik saya menjadi perempuan yang terus merasa sempurna karena menjadi istrinya. 

#Suamiistri #Pernikahanbagahia #suami #istri #pasangan #karakter #pendidikankaakter 

Selasa, 25 Oktober 2016

Anyang-Anyangan, Sembuh dengan Ekstrak Cranberry.

sumber. dok. Uni-cran


Jangan pernah mengecilkan dan meremehkan dampak dari hal yang terlihat kecil, sesungguhnya hal-hal itulah yang kelak akan membawa dampak besar bagi hidupmu. 


Saya sering sekali mengecilkan sesuatu, terlebih hal-hal yang memang terjadi setiap hari, remeh dan (menurut saya ) tidak akan mengganggu stabilitas. Misalnya pola makan yang tidak sehat, pola tidur yang tidak jelas, meninggalkan kunci motor masih di atas motornya, meletakkan pisau yang bisa membahayakan anak, atau malas buang Air kecil hingga perut terasa sakit. 

Yang terakhir sesungguhnya sudah tidak lagi, sejak saya pernah tergeletak selama 2 hari gara-gara Anyang-anyangan. Demam tinggi dan rasa ingin terus buang air kecil membuat saya menyadari bahwa meminum air putih yang banyak sangat baik jika diimbangi dengan rajin buang air kecil. 

Anyang-anyangan atau secara ilmu medis disebut dengan Infeksi saluran kemih adalah kondisi dimana hasrat ingin buang air kecil jauh lebih besar dan sering namun fakta di kamar mandi mengatakan yang sebaliknya. Jadi, kita akan sering banget bolak-balik ke kamar mandi tapi pada kenyataannya kita gak juga kencing. Itu melelahkan sekaligus menghabiskan waktu. 

Ini memang hal yang simple sih. Bahkan tergolong remeh, tapi jangan salah ini akan sangat menganggu aktivitas kita kalau kondisinya memburuk dan sampai tahap yang pernah saya rasakan yaitu Demam. Saat memeriksakan diri ke dokter waktu itu, saya pernah bertanya mengenai penyakit ini. Bahwa ternyata ada 3 penyebab Anyang-anyangan yaitu : Dehidrasi, Kehamilan, dan Infeksi saluran keming. 

Lupakan soal kehamilan, sebab itu jelas anugerah yang lantas membuat anyang-anyangan menjadi sebuah resiko yang akhirnya harus dinikmati. Dehidrasi dan Infeksi saluran kemih itulah yang harus kita perhatikan benar.

Saya harus sedikit detail membahas mengenai penyebab anyang-anyangan ini. Dikarenakan saya yakin, banyak dari kalian yang di luar sana memperlakukan hal ini dengan remeh dan cenderung cuek. Baik kita coba breakdown satu persatu. 

Yang pertama Dehidrasi, Bahwa keadaan ini nyaris semua orang tahu benar adalah sebuah kondisi dimana tubuh kita kekurangan cairan. Penyebabnya bisa beragam seperti kita kurang cukup mengkonsumsi air putih, aktivitas yang berlebihan dan cuaca yang lebih menyengat dari biasanya. Secara awam itu yang bisa kita pahami. Tapi sesungguhnya, Dehidrasi adalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Maka itu, salah satu solusi dari Anyang-anyangan adalah perbanyaklah minum air putih. Sesungguhnya, minum air putih itu mafaatnya banyak dan sangat mudah. Selain menghilangkan haus ( Sudah pasti ), minum air putih bisa menghilangkan anyang-anyangan dan membantu metabolisme tubuh lebih baik. 

Infeksi saluran kemih, ini adalah penyebab anyang-anyangan hingga berhari-hari. Kondisi inilah yang menyebabkan kita seringkali bolak balik ke kamar mandi meski sejatinya kita tak ingin buang air kecil . Dikarenakan adanya infeksi saluran kemih itulah lantas kandung kemih akan merangsang otak untuk mengeluarkan isinya meskipun baru sedikit sekali terisi. 
Sumber. Dok. Uni-Cran

Tapi saya tidak pernah puas dalam sekali jelas. Karna itulah saya terus mencari asal muasal anyang-anyangan ini terjadi secara lebih detail dan menyeluruh. Ternyata, terkait penyebab ini saya mendapatkan 13 penyebab Anyang-anyangan yang lebih detail dan menyeluruh. (1)Kuman, (2) Bakteri Chlamydia ( Bakteri yang terdapat pada organ vital perempuan dan mengakibatkan keputihan ), (3)Alergi (ini lebih sering terjadi pada pria), (4) Kurang menjaga kebersihan, (5) Struktur Organ intim yang tidak normal, (6)Gangguan Prostat, (7) Diabetes, (8)Dehidrasi, (9) Kehamilan, (10)Uretra lebih pendek, (11)Alat KB, (12) Menopause, (13) Batu Ginjal. 

13 Penyebab spesifik tersebut membuat saya mendadak serius menghadapi Anyang-anyangan. Saya sadar, tidak ada hal besar yang mendadak terjadi. Semua akan datang melalui hal-hal kecil yang tidak kita sadari. Seperti halnya Anyang-anyangan yang terkadang hanya mendapat perhatian kita sepintas lalu. 

Saya termasuk tipikal manusia yang sering mengalami anyang-anyangan. mungkin dikarenakan saya beraktifitas tinggi namun rendah kesadaran untuk minum air putih sebanyak mungkin. karna itulah beberapa hal untuk mengatasi Anyang-anyangan sering saya lakukan. Cara mengatasi Anyang-anyangan ini saya dapatkan dari beragam sumber termasuk diantaranya adalah pengalaman diri sendiri. 

Cara pertama untuk mengatasi Anyang-anyangan adalah memperbanyak minum Air putih. Hal ini tentu saja menjadi syarat mutlak bagi orang yang terkena Anyang-anyangan karena dehidrasi. Yang kedua, adalah merangsang dengan mendengarkan gemericik air. Kalau ini adalah cara psikologis yang sering kita alami saat berada di area dengan gemericik air. Secara psikologis, mendengarkan air akan merangsang otak kita untuk mengirimkan perintah buang air kecil dan menimbulkan hasrat ingin buang air kecil dengan segera. Saya sering melakukan hal ini dan terbukti manjur. Yang ketiga, Dengan mengkonsumsi air jeruk nipis. Di sinyalir, jeruk nipis bisa mengobati anyang-anyangan karena mengandung banyak vitamin C. Keempat masih berupa ramuan tradisional mencampur garam dengan air hangat dan meminumnya. dan yang terakhir dengan menempelkan bungkusan air hangan padaperut bagian bawah. Cara-cara diatas sering saya lakukan dan terbukti manjur. 

Tapiiii, sekarang semuanya sudah teratasi dengan baik sejak adanya Uri-Cran. Combiphar mengeluarkan produk yang akan membantu saya dan yang lainnya saat bermasalah dengan Anyang-anyangan. Perhatian besar pada penyakit kecil ini telah berdampak yang tinggi pada kenyamanan dan keamanan saya melakukan aktivitas. Saya yang memang lebih sering melakukan perjalanan jauh merasakan manfaat produk Uri-Cran karena membuat ketakutan saya akan Anyang-Anyangan saat travelling hilang sama sekali. Uri-Cran mengolah ekstrak Cranberry menjadi solusi aman dan nyaman bagi gangguan buang air kecil. karna faktanya mengatakan 5 dari 10 wanita mengalami Anyang-anyangan dan tentu saja ini sangat menganggu aktivitas. Surprise-nya adalah ekstrak cranberry ternyata mampu membantu kita mengatasi bakteri jahat e-coli yang menempel di dinding saluran kemih. bentuknya ada kapsul dan serbuk ( Uri-can Plus). jadi jangan khawatir bagi yang gak bisa minum kapsul, kekhawatiran kalian akan teratasi kok. Uri-cran juga mneyedikan ragam informasi tentang Anyang-anyangan di www.mypriveworld.com jadi selain Anyang-anyangan sembuh kita juga bisa loh dapat informasi dan edukasi tentang penyakit ini dengan lebih detail dan benar. 

Sumber. dok. Uni-cran


Kenapa sih saya begitu concern dan mendetail saat membicarakan Anyang-anyangan? Sebab ternyata, Anyang-anyangan itu lumayan berbahaya bagi kita, Khususnya perempuan. Akan ada gejala sakit saat buang air kecil dan itu bisa menimbulkan ragam penyakit besar lainnya jika hanya didiamkan. Dampaknya juga sangat beragam di mulai dari nyeri pada bagian pinggang belakang atas, mual, muntah dan demam.Selain itu kadang kita akan merasakan sakit pada perut bagian bawah, seperti ada sesuatu yang menekan panggul, sakit dan nyeri saat buang air kecil dan pada akhirnya ada juga yang sampai mengeluarkan darah di urine-nya. Ini menurut saya sangat patut di waspadai dengan hati-hati. Saya bahkan merasakan sakit saat buang air kecil, penyebabnya adalah penyebaran bakteri sistem gastroinestinal (Saluran pencernaan di bagian anus )kearah kandung kemih. 

Susah buang air kecil saat Anyang-anyangan bisa kita obati dengan menggunakan produk Combiphar ini. Uri-Cran memang sangat bermanfaat dan solusi yang tepat bagi Anyang-Anyangan. Sebab ternyata hanya minum air putih saja tidak cukup, dan setelah sembuh pun kita tidak bisa mengabaikan Anyang-anyangan kembali. Menyediakan Uri-Cran akan sangat membantu kita dan keluarga agar bisa lekas sembuh dari Anyang-anyangan. 

Dapatkan manfaat Cranberry dalam Prive Uri-cran sebagai solusi alami dari mencegah dan mengatasi anyang-anyangan, menjaga kesehatan saluran kemih, yang dapat di minum kapanpun dan dimanapun. So, gak ada ruginya loh konsumsi produk Combiphar ini. Saya sudah membuktikannya. Giliran kalian merasakan manfaatnya. 


Rahmi Isriana,

Fb : Amoy Airior 
Twitter : ami_airin
IG: ami.airin







Senin, 24 Oktober 2016

Diabetes, Silahkan Pergi!

Ada banyak orang di dunia ini yang menghabiskan banyak waktu untuk mengawasi kesehatan mereka, namun tidak memiliki waktu untuk menikmatinya. 
( Josh Billings ) 


Kenangan dan perspektif adalah modal besar kita dalam hidup. Sejujurnya saya menganggap kedua hal itu sama saja seperti halnya udara dan hidung. Saling berfungsi menggenapi. Saling berjaga untuk kelangsungan hidup seseorang. 

Ayah saya adalah sosok yang kuat dan perkasa. Tubuhnya mampu mengangkat ribuan masalah dan ratusan badai. Sejak saya kecil, tak sedikit saya melihatnya membantu saudara dan kerabat terdekat. Sejak saya masih kanak, pengelihatan saya terbiasa mendapatkan tangannya terkepal dan kokoh untuk suatu urusan. Ia memiliki fisik yang kuat dan tangguh. Setidaknya itu kenangan saya akannya. 

Kenangan itu kini hinggap di hari-hari saya kala melihat dan mendengar kabar tentangnya. Setidaknya kini saya tahu, tak ada yang abadi di dunia ini. Termasuk kenangan akan kesehatan Ayah saya.

Diabetes melitus( DM ) adalah pensil penghapus yang baik. Perlahan, ia menggerogoti tubuh ayah saya sekali jadi. Berawal dari pola makan dan ( genetika ), Diabetes lantas berteman lebih karib dengan tubuh ayah saya ketimbang kesehatannya sendiri. Tubuh yang awalnya begitu di takuti, begitu di segani penyakit mendadak lemah. Turun dan tak bertenaga. 

Kesehatan tubuhnya sedikit demi sedikit mengabur. Gula darah yang tinggi, disertai hipertensi yang menjulang layaknya gunung merapi, Siap membakar siapapun yang mendekatinya. Tak lama berselang setelahnya, ia bahkan datang bersama gejala Stroke ringan yang akhirnya memakan organ sebelah kiri ayah saya. Kemampuan berfikirnya-pun menurun tajam. Hingga lantas habis di makan Diabetes.

Saya bukan tipikal anak perempuan yang dekat dengan Ayah. Bukan juga model anak yang gampang meraung-raung sedih dengan apa yang terjadi. Saya pemikir, tapi saya mencerna apa yang terlihat dan tak terlihat. Saya adalah saksi di TKP yang tahu bagaimana pola kehidupan ayah saya selain Ibu tentunya. Pola makan yang tak terbendung- bahkan bisa dibilang tanpa filter- juga caranya menjaga kesehatan tubuhnya sungguh merupakan godam besar bagi saya. 

Beberapa saat lalu, Ayah saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Dilangsir beliau mengalami keretakan tulang punggung bagian kanan. Setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit, pihak medis menjelaskan bahwa secara medis seharusnya di lakukan pemasangan pen pada tulang yang retak tersebut. Namun dikarenakan gula darahnya yang tinggi, maka mereka merasa ragu untuk melakukannya. Sekali lagi, saya melihat begitu Diabetes telah menjadi penghalang kesehatan Ayah. 

Segalanya tak juga berhenti sampai di situ. Setelah akhirnya metode penyembuhan dengan operasi pemasangan pen urung di lakukan karena Gula darah yang tinggi,lantas solusinya hanya dengan penyanggaan berkala dan secara simultan, Ayah saya mengalami Infeksi yang diakibatkan karena gula darah tinggi pula di bagian kaki kirinya. Masih belum juga berhenti sampai di posisi itu, Diabetes menunjukkan eksistensinya pada infeksi luka itu dengan menggerogoti syaraf tendon telapak kakinya hingga membusuk dan harus di potong. Setelah itu Ayah saya tak bisa menggerakkan telapak kakinya lagi. Kerugian ini laksana hantu yang mengintai bagi saya. 

Segalanya sudah terjadi pada Ayah saya, sudah tidak bisa lagi di kembalikan pada kadar kesembuhan total seperti dulu. Meskipun beberapa program diet telah di terapkan dan di jalani dengan disiplin. Tapi bukan itu permasalahannya, bukan itu kekhawatiran saya yang sesungguhnya. 

Saya dan kedua anak saya. Itulah pola kekhawatiran saya yang melingkar bagai ular di atas bara api. Takut dan cemas, khawatir dan gelisah. Kami memiliki aliran genetikan dengan beliau. Potensi kami tinggi untuk mendapatkan penyakit tersebut. 

"Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes " Saya menghayati program itu sama baiknya seperti melihat sendok di depan mata. Selayaknya saya sadar diri, pencegahan sejak dini akan lebih baik dibanding pengobatan intensif setelah menderita.

Yang pertama harus saya lakukan adalah Diet Sehat. Seorang teman saya yang juga berprofesi sebagai dokter mengatakan bahwa bagi penderita Diabetes, diet yang tepat adalah sarana jalan toll menuju kesembuhan. Bahkan yang lebih menakjubkan adalah dengan diet yang berhasil, kemungkinan besar penderita diabetes tidak akan lagi membutuhkan asupan obat apapun. 

Saya menyimpan pesan itu dalam hati. Bagai mutiara yang kotor di dasar lautan, kilaunya hanya akan terlihat jika sudah di gosok dengan tepat dan baik. Saya akan diet, saya ingin sehat sekaligus cantik. 2 keuntungan tersebut saya yakin adalah hasil dari proses diet yang akan menyehatkan sekaligus membahagiakan. Selain itu harapan pun lantas muncul, bahwa diet yang sehat dan baik akan mempropagandakan kesehatan Ayah saya. Beliau akan melihat bagaimana putrinya bisa terhindar dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya dengan berbekal Diet yang baik. 

Kemudian yang kedua, Adalah Olah Raga. Seperti yang kita ketahui, Diabetes adalah penyakit yang muncul karena adanya kelainan metabolik atau gangguan metabolisme tubuh. Tentu saja faktornya banyak, akan membutuhkan lebih dari ber-alinea kalimat untuk menjelaskan ragam faktor diabetes. Namun hanya butuh satu kali penjelasan untuk mengatakan bahwa Olah raga merupakan salah satu faktor penunjang kesembuhan yang sempurna bagi penderita diabetes

Olah Raga adalah sistem aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, baik jasmani maupun rohani. Dengan berolah raga maka kita otomatis akan melatih tubuh untuk bisa secara disiplin mengeluarkan keringat dan secara alamiah mengencangkan metabolisme tubuh dengan baik. Keuntungannya tak sampai pada membuat tubuh sehat, tapi juga menghabiskan waktu secara positif dengan aktivitas yang tak hanya menyehatkan tapi juga menyenangkan. Sesungguhnya bisa menjadikan waktu dengan sistem dan pola yang membahagiakan adalah sebuah cara untuk sehat dari dalam. 

Yang ketiga tentu saja pola makan sehat. Menurut Sample Registration Survey tahun 2014, Diabetes sudah menjadi pembunuh tertinggi ketiga di Indonesia. Tentu saja, salah satu faktor penyebabnya adalah kenyataan bahwa 60% masyarakat Indonesia tidak sadar telah mengidap Diabetes dalam tubuhnya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan Indonesia bisa menjadi negara pada urutan ke 7 tertinggi dengan penyandang Diabetes di dunia. Kesadaran masyarakat Indonesia sangat minim untuk melaksanakan pola makanan sehat. 

Kesadaran awal saya untuk menerapkan Pola makan sehat pada keluarga, berawal dari kesadaran saya saat melihat kenyataan yang ada di lapangan tentang pada Diabetesi ( sebutan untuk penderita diabetes ) termasuk diantaranya adalah Ayah saya. Bahwa sebagian besar dari mereka baru datang ke dokter saat sudah terjadi komplikasi. Sehingga akhirnya, dengan kondisi yang sudah kronis penyembuhan akan semakin berat. sudah selayaknya, kita kooperatif dengan pihak medis saat sudah menyadari bahwa kita berpotensi mengidap diabetes

Saya berpotensi menderita Diabetes, sebab ayah dan sebagian besar keluarganya mengalami hal tersebut. Namun jangan lengah, bahkan bagi siapapun yang tidak menjadi jalur diabetes dari rantai Genetika tetap memiliki potensi terserang hanya dikarenakan pola makan yang tidak sehat. 

3 hal diatas yang saya terapkan merupakan gaya hidup sehat dimana kita bisa berlindung dari Diabetes Melitus. 3 gejala klasik DM yaitu Poliuri ( sering buang air kecil ), Polifagi ( sering merasa lapar ) dan Polidpsi ( sering merasa haus ) , harus kita kenali betul dengan baik. Gaya hidup sehat akan sangat bermanfaat untuk kesehatan kita sendiri. Jika kita bisa hidup dengan sehat dan bahagia, untuk apa justru menjerumuskan diri sendiri dalam lembah penyakit. Jangan abai pada sinyal yang di berikan tubuh kita sendiri. Segera terapkan gaya hidup sehat sedini mungkin, dan rasakan manfaatnya tak hanya pada tubuh tapi juga jiwa dan mental kita yang merangkak naik menjadi lebih baik. 

Lakukan penyelamatan pada diri sendiri dan keluarga kecil, untuk kemudian bisa menyelamatkan bangsa ini. Satu niat kecil untuk melaksanakan pola hidup sehat, akan membawa dampak besar bagi sekitar. Tapi jangan pernah percaya saya ; sebab anda-kalian-kita, harus mencobanya sendiri untuk membuktikannya. 

#lawandiabetes 
Indonesia#lebihbaik


Lomba Penulisan Blogger Hari Kesehatan Sedunia 2016 : Cegah, Obati, Lawan diabetes. 

Selasa, 16 Agustus 2016

KEMERDEKAAN PERSONAL

“suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu: pemberontakan!” 

17 Agustus ( lagi ), sudah 71 tahun negara kita menyatakan diri merdeka. Pembangunan sudah menggedor-gedor tiap waktu di hari-hari masyarakatnya. Pembangunan yang entah mengapa rasanya belum juga menampakkan wujudnya. Mungkin saya yang terlalu apatis, atau mungkin 71 tahun adalah waktu yang terlampau singkat untuk berbenah. Kita butuh seribu tahun lagi ? 

Entahlah, saya tak ingin gaduh. Biarlah pertanyaan itu mengembang di benak saya sendiri. 

Yang sejujurnya meresahkan saya bukanlah tentang Indonesia yang merdeka. Tapi pada personal yang ( apakah ) sudah merdeka? Seorang anak yang tidak berani menentukan pilihan jurusan kuliahnya sendiri, meskipun demi kebahagiaan orang tuanya. Apakah ia sudah merdeka? Seorang wanita berkulit cokelat tua, mati-matian ingin menjadi putih sebab terus di hina oleh lingkungan karna warna kulitnya, apakah ia sudah merdeka? Sarjana yang ingin membuka usaha barunya, tapi di hujat sebab tak menggunakan ijasah kuliahnya oleh orang tuanya. Apakah ia sudah merdeka? seorang wanita gendut, mendadak ingin langsing karna suaminya terus melirik wanita lain yang lebih aduhai. Apakah ia sudah merdeka? 

Jawaban itu, silahkan simpan di dalam hati saja. 

Indonesia memang sudah 71 tahun merdeka. sebuah usia yang mendekati senja bagi sosok manusia, nyaris renta. Namun, di dalam jiwa Indonesia sendiri, masyarakatnya terpenjara. Di dalam sel pengap, gelap dan tanpa udara bernama 'pemikiran'. dan kapankah kita akan berteriak dengan lantang, bahwa kemerdekaan itu juga milik saya pribadi? 

Bagi seorang perempuan, menjadi istri dan dipanggil ibu adalah kelengkapan. Namun jangan tertipu, kadang 2 paradigma agung tersebut justru melenakan. Cukup menyesakkan ketika saya membaca di salah satu media nasional tentang prosentase tindak KDRT dalam keluarga terhadap wanita, juga tingginya tingkat Aborsi, atau rendahnya pendidikan anak di suatu daerah. Menyesakkan saat saya menarik benang merah dari itu semua, bahwa pada kenyataannya, perempuan di Indonesia belum merdeka secara PERSONAL. Jiwanya belum merdeka, meskipun raganya pada hari ini berteriak-teriak lantang " Merdeka "

Saya breakdown satu-persatu untuk kalian semua, 

Perempuan, adalah hamba Tuhan yang di ciptakan dari tulang rusuk lelaki. Letaknya tepat di dekat hati. Tulang rusuk itu bengkok, siap patah. Namun ia lentur dan siap di luruskan dengan penuh cinta. Letaknya di dekat hati dan ketiak, bukan di tulang kepala atau di tulang kaki. Sebab perempuan memang bukan pemimpin atau pengikut. Ia menguasai hati. memenuhi sanubari. Ia diciptakan untuk disayangi, bukan di pukuli atau di kasari. 

Saat masih kecil, perempuan memiliki keterbatasan bereksplorasi. Bagi bangsa Indonesia yang berbudaya tinggi, sikap perempuan yang Tomboy dan pecicilan harus di hentikan. Hoby naik gunung dan ekspedisi alam lainnya terasa membahayakan bagi sosok perempuan, namun terasa begitu agung jika di lakukan lelaki. Pulang tengah malam bagi perempuan di Indonesia di katakan sebagai perempuan tidak beradab, namun bagi lelaki di sebut pencari nafkah yang berjuang keras. Berteriak lantang bagi perempuan di sebut tak mematuhi norma, bagi lelaki di sebut ketegasan. Meskipun sesungguhnya, Islam melalui yang begitu kita cintai Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan lebih baik dari siapapun. Khadijah yang bisa menjadi contoh perempuan pekerja keras, adalah istri Rasullah yang begitu di sayang Allah. Dialah satu-satunya hamba Allah yang menadapatkan salam langsung dariNya melalui Malaikat Jibril. Lalu Aisyah, perempuan cerdas dengan keberanian berperang yang tiada duanya, adalah gambaran sosok perempuan tangguh yang oleh Allah bahkan di ciptakan Ayat Khusus untuknya. Adapula, Nafisha, Sosok perempuan penyembuh yang begitu pandai mengobati orang sakit yang bahkan di beri gelar sebagai Wanita hebat di jamannya saat itu. Rasullah memujinya sebagai tabib yang hatinya adalah emas. Mutiah, perempuan yang akan masuk syurga pertama kali setelah para Istri nabi, adalah contoh perempuan yang ketaatannya pada suami menjadi tauladan perempuan. Begitu banyak telah di contohkan, bahwa semua perempuan hebat tersebut sesungguhnya merdeka secara bathin dalam jiwanya. Tak terkurung dogma. Mereka melaksanakan kewajibannya dengan riang gembira karna yakin akan mendapatkan hak sesuai dengan apa yang di lakukannya. 

Bagaimana dengan kita ? 

Di jaman ini, Banyak wanita yang takut menikah sebab khawatir waktunya akan habis untuk keluarga. sementara dirinya, belum sempat mengeksplorasi kemampuannya dengan maksimal dan mendapatkan impact yang optimal di bidang yang di cintainya. saking takutnya, banyak wanita yang akhirnya menyatakan diri enggan menikah sebab trauma melihat banyak pengalaman disekitarnya tentang penderitaan para istri yang telah menikah. meskipun, tak di pungkiri, ada juga perempuan yang beruntung mendapatkan lelaki hebat berakhlak mulia. 

Menurut saya, jawabannya ada pada diri kita sendiri. Pada kemerdekaan personal kita. Apakah kita masih saja terus takut sementara sesungguhnya Allah telah menjanjikan hal yang pasti bagi ummatNya. 

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Janji Allah diatas adalah sebuah kunci keyakinan. Jadilah perempuan yang baik, persiapkanlah dirimu untuk mendapatkan pasangan yang baik. Paradigmanya begini : lelaki yang baik menginginkan perempuan baik sebagai ibu dari anak-anaknya. Lelaki yang tidak baik, tetap mencari perempuan baik bagi dirinya. artinya bahwa, jadilah perempuan yang baik saja dulu, karna itulah akhlak yang di cari oleh siapapun. 

Baik dan buruk menurut Allah, belum tentu sama menurut kita. Tentu saja, menurut Allah sudah pasti yang benar. Sebab DIA-lah sumber kebenaran kita. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup. Maka merdekalah Perempuan yang mendapatkan Al-qur'an sebagai petunjuk hidupnya. 

Benar adanya bahwa Allah menurunkan Ayat tentang lelaki yang lebih memiliki keutaman dan kelebihan terhadap wanita ( istrinya ). dan bahwa, ketaatan pada suami bagi perempuan menjadi hal yang utama bahkan melebihi ketaaatan pada orang tua. Benar adanya, bahwa Allah menjanjikan syurga bagi perempuan yang memiliki ketaatan sempurna pada suaminya. Namun yakinlah wahai perempuan, ketaatan bukanlah penjara. Ketakwaan pada Allah bukanlah jeruji besi. Engkau tetap bisa merdeka meskipun ketaatanmu tinggi pada suamimu. Percayalah, Allah tidak mungkin membuatmu terkungkung dalam ayatNya. Allah maha pemurah, maha Bijaksana dan maha Adil.Ialah yang paling mengerti tentang baik dan buruknya dihidup kita. Yakinlah padaNya, niscaya engkau mendapatkan kemerdekaan yang hakiki. 

Maka sebaiknya, kita menyeimbangkan pengetahuan tentang itu dari sisi yang lain. Bahwa ternyata, selain menurunkan An-Nisa Ayat 32 mengenai ketaatan Istri terhadap suami, Allah juga menurunkan wasilahNya melalui Rasullah berupa Hadist Shahih, 

“Sesungguhnya diantara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menjelek-jelekkan istrinya juga berkata kasar padanya.” {H.R. Muslim}

Sebenarnya saya ingat ada beberapa Ayat Allah yang menyatakan tentang keutamaan istri, Tapi karna saya tidak hapal dan memang jarang membacanya saya agak lumayan takut untuk sharing disini. Yang Jelas, dalam Islam perempuan adalah hamba yang sangat Allah cintai. Dari perempuanlah kehidupan di dunia ini terlahir. dari perempuanlah ekosistem dunia berasal.Tidak mungkin Allah menjadikan perempuan keburukan, jika ketetapannya adalah menjadikan kita embrio kehidupan. 

Seorang istri, memang tidak memiliki hak seutuh suaminya. Ia tak berhak memutuskan sebab keputusan yang menyangkut kehidupan keluarga adalah kewajiban suami untuk memutuskannya.Namun dengan begitu, artinya seorang istri hanya membutuhkan kemerdekaan diri untuk mengikhlaskan keputusan suaminya karna jika keputusan tersebut salah di mata Allah maka dosa besar bukanlah di tanggung istri melainkan menjadi dosa suami. merdekalah istri yang ikhlas dan taat. 

Seorang istri memang tak memiliki keutamaan untuk menentukan pilihan, meskipun sejatinya pilihan hidup adalah hak yang paling hakiki dari sebuah jiwa yang merdeka. Namun yakinlah, jika kita menjadi perempuan baik, maka kita akan mendapatkan pria yang baik pula. Yang jikapun tanpa memilih dan meminta, kita telah bertabur kebahagiaan dan impian. Dan yakinlah,jika kita beriman dan bertakwa, maka kita akan mendapatkan pria yang sama pula dan kelak ia akan membebaskan kita untuk memilih beberapa kesukaan kita dan hoby kita sebagai imbalan atas ketaatan kita. Yakinlah, kemerdekaan tak melulu tentang kebebasan. kemerdekaan adalah tentang kebahagiaan.

So, Girls... Jadilah jiwa yang merdeka bukan karna bebas. Namun karna bahagia. 

_me_  

Sabtu, 11 Juni 2016

PMI dalam Hati.

KSR pekalongan. Kesiagaan PMI
Suatu hari pada suatu masa, saya mendapatkan diri saya mendadak terbangun dari tidur yang sangat panjang. Rasanya seperti baru saja di goncang oleh gempa berkekuatan ribuan skala. Suatu hari pada suatu masa itulah dimana saya akhirnya ‘berkenalan’ dengan PMI. Kami berdua resmi menjadi satu pada kala itu.

Harus saya akui, bahwa PMI telah mengibarkan namanya berkali-kali dalam hidup saya. Beragam momen tumpang tindih yang berkaitan dengan PMI. Namun sebagai seorang anak remaja yang belum ‘melek’ guna PMI, saya menafikannya. Kehidupan saya yang damai sentausa, membuat saya tak merasakan membutuhkan PMI secara Artificial.

Segala kesombongan saya berakhir di suatu hari.

Harus saya kisahkan lebih dulu, titik balik saya bersama PMI mengalami metamorfosa yang cukup lama. Dengan cerita yang beragam, berkali-kali dan perlahan-lahan. Saya mengumpulkan setiap remikan kisah tersebut hingga sebuah kisah mahadahsyat lantas menggenapi mozaik dari puzzle cerita saya akan PMI. Saat itulah saya terbangun. PMI telah menyuarakan dirinya dengan utuh di hati saya.

Saya adalah seorang perempuan yang sangat gemar berpetualang. Apa saja saya lakukan demi meladeni hasrat tualang saya. Naik gunung, panjat tebing, rafting, diving, dan begitu banyak kegiatan alam lainnya yang kerap kali saya ikuti. Sampai suatu hari, di kalimati Semeru saya mengalami kram kaki akut. Hal lumrah terjadi bagi pendaki yang kurang mawas diri pada pentingnya pemanasan sebelum mulai ‘manjat’. Tapi kali ini, ketika saya membuka kaki, dua orang teman saya berteriak dan saya melongo sendiri. Telapak kaki kiri saya hitam legam. Saya melihat kontras warna kulit kaki saya dari mata kaki keatas dan mata kaki kebawah bagaikan tiang listrik. Hitam dan putih. Kebal dan baal. Saya bahkan tak merasakan apapun di telapakan tersebut. beragam lintasan pikiran negatif muncul satu-satu. Termasuk diantaranya kerasukan dan terkena setan gunung. Tapi seorang mentor pendakian kali itu dengan tenang mengambil peniti dari dalam kantong belacunya, lantas menusukkan peniti tersebut dengan segera ke setiap punggung jari kaki saya. Perlahan-lahan darah keluar. Dan denyutan mendadak datang. Saya berteriak kesakitan. Kebal dan baal di kaki berubah menjadi kesemutan akut. Kalimati boleh jadi merekam tangisan saya kala itu.

Jefry Pangihutan Hasibuan, adalah nama mentor pendakian saya kala itu. Dia dengan telaten mengurus kaki saya tanpa protes dan mengomel sedikitpun. Selang dua jam kemudian saya sudah bisa dengan lincah melanjutkan kembali pendakian. Satu hal yang saya tau, Kalimat Kajep ( Kak Jefry )mengkonfirmasi sesuatu, “ Aku belajar P3K tadi di PMI. Waktu ada workshop relawan. Kapan-kapan kamu harus ikut belajar. “Satu kisah mulai menampakkan taringnya.

Gempa Jogjakarta di bulan Mei 2006 menjadi salah satu ragam kisah saya dan PMI. Saat menjadi relawan Gempa Jogja tersebut, Tenda saya yang saat itu ada di bawah naungan UPL( Unit Pencinta Lingkungan ) bersebelahan persis dengan tenda PMI. Saya takzim dengan segala kegesitan tim PMI dalam menangani korban gempa. Namun satu cerita kembali menyolek saya dengan perlahan.
Seorang anak kecil berlari tergopoh ke tenda di hadapan saya( tidak bisa saya sebutkan tenda siapa karna berkaitan dnegan salah satu organisasi besar ), entah apa yang anak itu katakan hingga salah satu relawan dari tenda tersebut keluar dan menghampiri kami. “ UPL ada yang bisa di kirim ke kasongan? Bawa nenek anak itu kesini. Dia kena asma” Saya yang saat itu sedang menyantap popmie mendongak dan celingukan. Di tenda hanya tinggal sata dan 2 orang teman yang sedang tertidur. Kami bahkan baru kembali dari Imogiri untuk membantu beberapa korban disana. Sementara saya tau, di tenda depan itu banyak relawan yang masih bebas tugas karena belum mendapat komando langsung dari koordinatornya. “ kami baru saja kembali kak. Di ***** bukannya banyak orang yah kak?” Ketika saya menjawab permintaannya sungguh tak ada maksud apapun dalam benak untuk menolak permintaan anak tersebut menolong neneknya. Tapi entah bagaimana, anak tersebut lantas menangis dan meraung. Seorang perempuan berhijab keluar dari tenda PMI, memeluk anak itu dan menanyakan perihal tangisannya. Lantas dengan segera masuk kedalam tenda dan dalam hitungan detik keluar lagi bersama ketiga temannya membawa drakbar. Saya melongo, malu dan diam. Sekali lagi PMI menyatakan tempatnya di hati kemanusiaan pada saya secara tunai.

Tragedi ketiga terjadi di Jakarta tahun 2012. Saat itu saya sudah bekerja menjadi salah satu staff di Dekopin ( departemen koperasi indonesia ). Sekitar jam 17.30 saya dan dua orang teman terhenti di lampu merah pancoran. Kebetulan mobil kami berada di deretan terdepan antrian kendaraan. Datang dari arah gatot subroto, sebuah metromini dengan kecepatan penuh dan di depan mata saya ia menabrak sebuah motor matic yang dikendarai perempuan muda. Motor itu terpelanting ke bahu kolong fly over dan si perempuan pengendaranya terseret motornya sendiri. Teman saya instingtif keluar dari mobil dan berteriak-teriak. Saya menyusulnya berlari di tengah kerumunan ramai pancoran. Dua orang polisi langsung menyeruak diantara kerumunan massa. Teman saya yang mengendarai mobil meneriakkan klaksonnya berkali-kali tanda mita ruang untuk lewat. Perempuan itu bermandi darah. Entah bagaimana asalnya mendadak tubuh saya pun ikut mandi darah. Ternyata tanpa sadar saya telah meraup perempuan itu dalam pelukan saya. Polisi meminta saya minggir karna akan dibuatkan garis polisi, tapi entah karena apa saya mendadak jadi sekuat Rambo. Berbekal ketakutan akan kejadian terburuk, saya dan satu orang teman akhirnya membawa perempuan itu kedalam mobil kami dan pergi menjauh dari kerumunan. Didalam mobil, teman saya mengucapkan kata-kata yang lantas menampar saya “ Kita bawa ke PMI terdekat. Ke rumah sakit kondisi kayak gini bakalan lama.”

Saya melihat dengan mata dan kepala saya sendiri bagaimana PMI dengan cekatan melakukan tindakan penyelamatan pertama. Dengan rakus para dokter dan relawan di sana begitu haus akan menolong korban kecelakaan itu bahkan tanpa perlu tau identitasnya terlebih dahulu. “ tolong dulu aja. “ begitu saya dengar salah satu dokter di PMI memutuskan.

Hari itu juga saya melihat dengan nyata, tindakan yang selama ini telah saya alami mendadak terputar sedemikian acak di ingatan saya. Kejadian kalimati, gempa jogja, Kasus kecelakaan ini, juga beberapa kejadian kecil lainnya seperti saat saya melahirkan anak dan butuh pasokan darah, atau saat kejadian banjir jakarta. Saya secara afirmasi telah sepakat dengan PMI. Mendadak tanpa perlu saling berkata-kata saya menjadi bagian abstrak dari PMI.

Sejak saat itu hingga hari ini, saya mencintai PMI mati-matian. Saya mengagumi PMI dengan hati yang penuh dan utuh. Sebagai bentuk dari terimakasih saya akan kejadian demi kejadian yang terkumpul di hari-hari saya. Tulisan ini saya persembahkan.


facebook : Amoy AiRior
Twitter  : ami_airin 
email    : ami.airin@gmail.com